Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Trafo (Transformator) : Pengertian, Jenis, Fungsi dan Pengaplikasiannya

Pada artikel kali ini kita akan kembali membahas komponen elektronika dasar, yaitu transformator. Apa itu Transformator, Apa saja fungsi Transformator? Apa saja jenisnya? Bagaimana Pengaplikasiannya dalam sebuah rangkaian? Simak tuntas pada pembahasan berikut :

Pengertian Transformator

Transformator adalah komponen pasif elektronika yang berfungsi mengubah level energi listrik menjadi level energi listrik lainnya. Transformator dibentuk dari lilitan kumparan kawat yang dililitkan pada suatu inti besi. Dimana lilitan kumparan tersebut dibagi menjadi 2 jenis yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder. Berikut bentuk umum dari transformator atau yang biasa disebut trafo :

bagian trafo
Transformator section

 

Dimana ada 3 bagian penyusunnya:

  1. Lilitan atau kumparan primer adalah lilitan yang menjadi tempat masuknya arus listrik/ input power supply. 
  2. Lilitan atau kumparan sekunder adalah lilitan yang menjadi tempat keluar masuknya arus listrik.
  3. Inti besi/ magnetic adalah bagian kumparan primer dan sekunder trafo terbuka / wounded. Inti besi inilah yang mengalirkan fluks magnet dari kumparan primer ke kumparan sekunder.

Prinsip Kerja Transformator

Sebelumnya sudah dijelaskan trafo terdiri dari 2 kumparan/ lilitan, yaitu kumparan primer dan kumparan sekunder, dimana jika tegangan serta arus melewati kumparan primer akan menciptakan induksi elektromagnetik yang dikeluarkan pada lilitan sekunder dalam bentuk tegangan yang lebih rendah untuk jenis trafo step down, dan tegangan yang lebih tinggi untuk jenis trafo step up.

Fungsi Transformator

Sederhananya fungsi transformator adalah menurunkan atau menaikan tegangan listrik. Sehingga trafo digunakan untuk berbagai keperluan baik itu elektronika, elektro arus besar, maupun kebutuhan lainnya seperti : mengisolasi rangkaian, menstabilkan tegangan, dan mengubah impedansi.

1. Mengubah Tegangan

Sebagai Pengubah Tegangan biasanya menggunakan trafo jenis step up ataupun step down. Misal untuk meningkatkan tegangan dari 110V menjadi 220V  menggunakan trafo step-up, sedangkan untuk menurunkan tegangan dari 220V menjadi 110V menggunakan trafo step-down.

2. Mengisolasi Rangkaian

trafo juga biasa digunakan sebagai pengisolasi rangkaian listrik, dimana ketika rangkaian listrik diisolasi, maka rangkaian tersebut terputus dari sumber daya listriknya. hal ini bertujuan sebagai alat safety atau keselamatan.

3. Menstabilkan Tegangan

Trafo sebagai stabilisator tegangan memiliki prinsip kerja dengan cara menyesuaikan voltase keluaran dengan voltase masukan. Sehingga dengan prinsip ini trafo bisa dapat difungsikan sebagai penstabil tegangan keluaran, walaupun dengan tegangan masukan yang bervariasi. Hal ini sangat penting jika di aplikasikan pada perangkat yang membutuhkan kestabilan,contoh perangkat elektro medis.

Jenis Transformator 

Jenis Jenis transformator sangat beragam, umumnya yang perlu diketahui hanya 2 yaitu step up dan step down, namun ternyata trafo itu sangat beragam jenisnya yaitu :

  1. Trafo Step Up merupakan jenis transformator yang berfungsi untuk meningkatkan level tegangan AC misal dari 110VAC menjadi 220VAC.
  2. Trafo Step Down merupakan jenis trafo yang berfungsi menurukan level tegangan listrik AC misal dari PLN 220 VAC menjadi 12V atau 18 V.
  3. Trafo Satu Fasa merupakan jenis transformator yang hanya menggunakan arus AC satu fasa. Trafo listrik ini umumnya digunakan untuk inverter domestik dan power supply pada daerah non perkotaan.
  4. Trafo Tiga Fasa
  5. Trafo Arus

Pengaplikasian Dalam Teknik Elektronika

Dalam pengaplikasiannya di dalam dunia elektronika trafo sangat berfungsi sebagai jembatan awal semua rangkaian elektronika itu berfungsi, karena setiap komponen elektronika rata rata bekerja dalam arus DC, sehingga memerlukan trafo untuk mengubah tegangan AC dari PLN menjadi tegangan DC.

Untuk perbedaan arus AC dan DC sobat bisa membaca pada artikel berikut :

PERBEDAAN ARUS AC DAN DC

to close