On the Job Training Istruction (OJTI) Adalah - jufrika com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
after 10 years jufrika.com will be shutdown in end on year 2024 , thanks you for always visiting my website , hope you helpfull with my content :'(

On the Job Training Istruction (OJTI) Adalah

Di beberapa perusahaan yang cukup maju sebagian telah menerapkan adanya OJT & memberikan OJTI atau On the Job Training Instruction untuk para karyawan. Apakah OJT/OJTI itu, apa tujuan diadakannya? Apa manfaatnya?
Pada dasarnya OJT adalah pelatihan kerja yang diperlukan oleh suatu perusahaan untuk memastikan bahwa setiap karyawan memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Sebagian besar perusahaan menganggap, OJT merupakan sesuatu yang harus diselenggarakan.

Sasaran utama pelatihan ini adalah peningkatan skill karyawan. Jadi tidak hanya karyawan baru yang berhak memperoleh pelatihan, tetapi juga karyawan lama yang mungkin harus berganti divisi. Fakta ini tentu membuat OJT berbeda dengan management trainee yang selama ini dikenal.



Meskipun bentuknya sama-sama pelatihan, OJT fokus pada memaksimalkan potensi karyawan melalui kegiatan yang mengasah dan mengembangkan skill agar karyawan lebih maksimal dalam bekerja di posisi manapun. Hal ini berbeda dengan fokus kegiatan management trainee. Pada kegiatan tersebut, fokusnya hanya tertuju pada posisi manajerial.

Dalam pelaksanaannya, setidaknya ada beberapa metode On the Job Training yang perlu diketahui. Adapun 6 metode OJT adalah:

1. Coaching


Coaching merupakan metode pelatihan one to one untuk karyawan baru oleh karyawan senior. Tujuan metode ini adalah agar karyawan memperoleh jawaban tentang apa yang harus dilakukan berdasarkan instruksi dari senior mereka.

2. Mentoring


Seperti coaching, metode pelatihan OJT ini juga menggunakan program one to one. Bedanya, untuk memberi pelatihan kepada karyawan, karyawan senior setingkat manajer yang dijadikan sebagai mentor dan pembimbing.

3. Job Rotation


Job rotation pada OJT adalah metode pelatihan yang berbentuk pengalihan divisi. Artinya, seorang karyawan akan dipindahkan ke divisi lain untuk memperoleh pelatihan sehingga mereka memperoleh pengalaman, pengetahuan, serta keterampilan baru.
 

4. Instruksional Pekerjaan


Metode pelatihan ini bertujuan untuk memastikan bahwa karyawan yang mengikuti OJT mampu menyelesaikan suatu program pelatihan dengan skill sesuai yang didemonstrasikan oleh pelatih (trainer).

5. Understudy


Metode ini mirip dengan kaderisasi. Pada metode understudy, seorang karyawan dijadikan asisten oleh atasannya sehingga dia mengetahui apa tugas dan kewajiban yang harus dilakukan serta skill yang terlibat. Jadi begitu terjadi kekosongan jabatan, asisten bisa menggantikan tugas atasan mereka dengan baik.

6.Apprenticeship


Menggabungkan teori dengan praktik, salah satu metode OJT ini banyak digunakan di perusahaan manufaktur, perdagangan, dan teknikal yang membutuhkan pelatihan jangka panjang.


Nah.. Agar pelatihan dapat berlangsung terarah dan sesuai target, OJT memiliki indikator kompetensi sebagai tolak ukur. Penyusunan indikator ini sendiri melibat semua pihak yang ada di perusahaan, termasuk para trainer dan karyawan senior berpengalaman. Jadi ukuran berhasil tidaknya OJT, berdasarkan perbandingan hasil pelatihan dan indikator pencapaian yang diharapkan.
Ada Monitoring dan Evaluasi

Meskipun OJT berakhir, karyawan yang dilatih tidak akan dilepas begitu saja. Masih ada tahapan monitoring dan evaluasi yang harus dilalui untuk memastikan bahwa hasil OJT sesuai dengan harapan.
Tujuan OJT

Tujuan utama OJT adalah untuk memaksimalkan potensi karyawan melalui pelatihan skill dalam satu atau beberapa bidang. Namun jika dijabarkan secara lebih luas lagi, setidaknya ada 3 hal yang menjadi tujuan penyelenggaraan On the Job Training, di antaranya:

1. Knowledge


Tujuan pertama adalah knowledge atau pengetahuan. Artinya, pelatihan diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang cukup bagi karyawan soal tugas dan kewajiban mereka.

2. Attitude


OJT diharapkan dapat membentuk karakter karyawan sehingga mereka memiliki sikap kerja inovatif dan selalu memiliki motivasi. OJT juga diharapkan dapat membentuk etos kerja dan rasa tanggung jawab karyawan terhadap pekerjaan mereka.

3. Skill


Tujuan terakhir OJT adalah peningkatan skill karyawan terutama di bidang yang mereka mampu agar mereka bisa senantiasa beradaptasi baik secara teknis maupun sosial di lingkungan kerja.

Nah, itulah ulasan tentang OJT, aturan, dan tujuannya. Melihat ulasan di atas dapat disimpulkan bahwa OJT merupakan salah satu hal yang perlu dilakukan oleh suatu perusahaan untuk memaksimalkan kualitas karyawan sehingga perusahaan bisa berjalan sesuai keinginan. Semoga bermanfaat.

source : akseleran
close