Apa itu Bank Digital, Haruskah Pindah ke Bank Digital? - jufrika com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
after 10 years jufrika.com will be shutdown in end on year 2024 , thanks you for always visiting my website , hope you helpfull with my content :'(

Apa itu Bank Digital, Haruskah Pindah ke Bank Digital?

Dengan majunya perkembangan teknologi informasi, mendorong terlahirnya inovasi di bidang financial teknology (fintech), termasuk digitalisai bank, sesuai namanya bank digital diartikan sebagai bank yang seluruh kegiatan perbankannya dilakukan secara digital melalui internet, seperti pembukaan rekening tabungan, verivikasi data, transaksi perbankan, cek sisa saldo, bahkan hingga penutupan rekening dilakukan secara daring/ online tanpa harus ke kantor bank terkait.

Bank Digital di Indonesia

Saat ini bank digital di Indonesia Berdasarkan Peraturan OJK nomor 12/POJK.03/2021 disebutkan bahwa bank digital adalah bank berbadan hukum Indonesia (BHI) yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha terutama lewat saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat atau menggunakan kantor fisik terbatas.



Bank digital di Indonesia bisa jadi merupakan bank baru ataupun bank konvensional lama yang bertransformasi menjadi bank dengan sistem digital. Adapun daftar bank di Indonesia yang sudah terdaftar resmi dan diawasi OJK adalah sebagai berikut :

  1. Jenius
  2. Bank Jago
  3. Blu by BCA
  4. Bank Neo Commerce
  5. Digibank
  6. Wokee Bukopin
  7. LINE Bank
  8. SeaBank
  9. Motion
  10. PermataMe
Tiap bank memiliki keungulan masing masng yang akan jufrika.com bahas di pembahasan lainnya.

Apa kelebihan Bank Digital dibanding Konvensional?

Bank digital biasa menawarkan fitur yang memudahkan nasabah dalam mengakses semua kegiatan finansial. Semua kemudahan tersebut cukup menggunakan smartphone dan bisa dilakukan dimana saja, seperti :

1. Kemudahan Pembukaan Rekening

Tidak seperti bank konvensional pembukaan rekening tidak perlu ke kantor atau cabang bank terdekat, pembukaan rekening dapat dilakukan secara mandiri, dengan bermodalkan identitas diri seperti E-KTP, nomor hp, dan smartphone, dimana biasanya calon nasabah baru perlu melakukan verivikasi data dengan cara selfie dan upload ktp sudah dapat membuka rekening bank digital.

2. Kemudahan Cek saldo Rekening

Karna bank digital maka semua dilakukan secara online dan semua layanan bank biasa diberikan kepada nasabah menggunakan aplikasi bank, di dalam aplikasi bank tersebut biasa sobat lihat berapa saldo rekening, transaksi debit, maupun kredit, bahkan perhitungan bunga perhari ada di histori aplikasi, bahkan promo bonus dan games yang berhadiah ada didalam satu aplikasi. 

3. Investasi Lebih Untung

salah satu iklan bank digital Indonesia

Investasi merupakan salah satu yang sedang booming saat ini, bahkan saking boomingnya banyak aplikasi yang menawarkan investasi  namun ternyata hanyalah kedok penipuan, nah di layanan bank digital ternyata ada layanan investasi seperti menabung dan deposito yang sudah umum digunakan di bank konvensional. Namun kini menjadi andalan bank digital karena bunga yang diperoleh di bank digital ternyata lebih besar daripada bank konvensional, jika di bank konvensional hanya max 3.5 persen di bank digital mampu mencapai 8 persen, tentu sangat menguntugkan bukan? 

4. Gratis Biaya Transfer

Salah satu Kelebihan bank digital saat ini adalah rata-rata mengratiskan biaya trasnfer bank, baik ke sesama bank atau beda bank, dengan adanya hal ini tentu membuat lebih hemat dalam mengelola keuangan, batas limit Gratis bea transfer berbeda beda setiap bank digital ada yang hanya beberapa kali saja hingga unlimited.

5. Layanan 24 Jam

Umumnya bank digital hanya memiliki kantor fisik terbatas, untuk mendorong terciptanya ekosistem cashless, maka daripada itu layanan tidak bergantung pada layanan kantor, namun lebih ke costumer service 24 jam jika terjadi kendala.

Itulah beberapa kelebihan umum dari bank digital, selain proses pembuatan rekening mudah, banyak gratisnya, bunga pun lebih besar, namun ada satu kekurangan yang menonjol di bank digital, yaitu tidak adanya ATM bahkan kantor fisik tidak ada atau minim. Untuk generasi milenial atau generasi masa depan mungkin hal ini tidak menjadi masalah karena walau tidak memiliki kantor fisik atau sedikit bank digital memberikan layanan social media yang fast respon, namun untuk orang tua yang buta teknologi tentu hal ini sangat menyulitkan jika terjadi kendala yang tidak diinginkan.

Namun tentu sobat juga perlu berhati hati pilihlah bank digital yang sudah terdaftar dan diawasi OJK, sampai track record security system perbankan yang kuat agar perlindungan saldo anda di bank tersebut terjamin dan aman. 

Jadi sudah siapkah bertransformasi menggunakan bank digital sob?
close