Apa itu OEE dan Cara Menghitungnya - jufrika com
Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
after 10 years jufrika.com will be shutdown in end on year 2024 , thanks you for always visiting my website , hope you helpfull with my content :'(

Apa itu OEE dan Cara Menghitungnya

OEE merupakan singkatan dari Overall Equipment Efectiveness merupakan istilah yang digunakan untuk mengukur tingkat efektifitas dari suatu proses produksi. OEE sendiri secara pengertian merupakan perhitungan yang dilakukan yang bertujuan menentukan nilai efektivitas mesin atau peralatan yang tersedia. OEE ini bisa digunakan sebagai indikator performa mesin atau sistem.




Untuk lebih memahami tentang OEE ada beberapa hal yang perlu diketahui untuk memahami hingga menerapkan OEE ini dalam suatu proses di industri.

1. Tujuan & Manfaat OEE

OEE digunakan bertujuan untuk  mengetahui indikator kinerja yang memerlukan periode waktu tertentu, seperti shift, harian, mingguan, bulanan ataupun tahunan, seperti indikator suatu maintenance. Adapun manfaat dan tujuan OEE adalah sebagai berikut :

1. Memudahkan menstabilkan suatu proyek agar berjalan dengan semestinya dimana penetuan nilai awal OEE bisa menjadi acuan awal / standard proyek/ mesin / produksi berjalan.
2. Memudahkan dalam mencari penyebab suatu peralatan terjadi kemacetan.


2. Element Pembentuk OEE

Ada 3 Element Pembentuk OEE yaitu 

1. Availability (%) 

Availability (ketersediaan) merupakan suatu rasio antara masa manfaat mesin perusahaan dan masa manfaat yang diinginkan pada waktu yang tersedia. Availability ini adalah indikator sejauh mana mesin  dapat tetap beroperasi.

Dimana dengan mengetahui Availability (A) kita dapat mengetahui tingkat efektivitas operasi mesin atau sistem perusahaan. 

Jika nilai ketersediaan rendah cenderung terjadi karena pemeliharaan buruk. Untuk itu, perhitungan nilai ketersediaan membutuhkan waktu pengoperasioan, waktu pengisian dan waktu henti.

Untuk menghitung Availability bisa menggunakan rumus berikut ini.

Availability = Loading time – downtime : loading time x 100%

Availability = Operation time : loading time x 100%


2. Performance (%)

2. Performance Efficiency

Performance Efficiency adalah suatu hubungan antara apa yang sebenarnya harus berada dalam periode waktu tertentu atau bisa digambarkan sebagai perbandingan antara tingkat produksi aktual dan yang sudah diharapkan.

Nakajima menjelaskan bahwa efisiensi kinerja bisa dihasilkan dari mengalikan suatu kecepatan kerja dan kegiatan operasi bersih ataupun rasio antara jumlah produk yang berhasil diproduksi lalu dikalikan dengan waktu siklus ideal dan waktu yang tersedia untuk melakukan berbagai proses produksi.

Rumus untuk menghitung efisiensi kinerja adalah sebagai berikut.

Operation speed rate = ideal cycle time : actual cycle time

Net operation rate = Processed amount x actual cycle time : operation time

Performance efficiency = Processed amount x actual cycle time : operation time x ideal cycle time : actual cycle time

Performance efficiency = Processed amount x ideal cycle time : operation time x 100%

Kecepatan adalah suatu rasio kesempatan engine ideal yang berdasarkan pada daya engine aktual pada kecepatan engine aktual. Runtime bersih digunakan untuk bisa menghitung kerugian yang diakibatkan oleh sedikit downtime dan juga penurunan pada kecepatan produksi.

3. Rate of Quality Product

Nakajima menjelaskan bahwa Rate of Quality Product adalah suatu rasio antara jumlah produk yang baik dan juga jumlah total produk yang diproses. Tingkatan kualitas produk ini mampu menunjukkan produk yang mampu diterima oleh seluruh produk yang dihasilkan.



3. Rumus dan Perhitungan OEE

Rumus OEE adalah sebagai berikut:

OEE (%) = Availability (%) x Performance efficiency (%) x Rate of Quality Product (%)

Berdasarkan suatu penghargaan yang diberikan oleh perusahaan Japan Institute of Plant Maintenance, maka kondisi ideal dari OEE adalah sebagai berikut:
  • Ketersediaan> 90%
  • Efisiensi daya> 95%
  • Kualitas produk> 99%
  • idelanya, nilai oee adalah: 0,90 x 0,95 x 0,99 = 85%
Namun pada kenyataannya standard OEE setiap perusahaan berbeda beda namun secara umum semua manufaktur ingin score dari nilai OEE ialah 100%.

Dengan adanya OEE memudahkan perusahaan untuk mengetahui seberapa baik performa dilapangan produksi secara detail. Simplenya jika salah satu nilai OEE rendah bisa di breakdown penyebab masalahnya. 

close