Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Downtime dan Cara Mengurangi Downtime Perusahaan Manufaktur

Ketika berhubungan dengan pekerjaan di Industri yang menggunakan peralatan/ teknologi berupa mesin, baik itu mesin produksi, mesin jaringan, dan lainya, maka istilah downtime tidak akan dapat dihindari. Nah apa itu Downtime ? Apa penyebab Downtime? dan Bagaimana Cara Mengurangi Downtime pada suatu perusahaan khususnya perusahaan manufacturing yang pasti menggunakan mesin produksi. Simak penjelasan singkat padat pada artikel ini.


Apa Itu Downtime?

Secara singkat Downtime adalah waktu penghentian operasional industri yang dilakukan oleh perusahaan manufaktur. lawan dari kata downtime sendiri adalah uptime, uptime sendiri adalah periode waktu ketika mesin berjalan dengan normal dan bisa digunakan dengan baik. 




Apa Penyebab Downtime?


Ada saatnya ketika proses produksi di industri manufaktur harus tiba-tiba terhenti untuk perawatan karena kerusakan hardware atau software, salah pengoperasian mesin dan berbagai hal tidak terduga lainnya. Istilah tersebut sudah kita sepakati bersama merupakan downtime. 

Downtime sendiri dikategorikan menjadi 2 jenis, yaitu downtime terencana dan tidak terencana, dimana ada perbedaan penyebab downtime terencana dan tidak terencana.

Penyebab Downtime Terencana

Downtime terencana biasanya digunakan para teknikal engineer untuk melakukan service maintenance atau pengecekan tertentu, pergantian bagian sparepart yang sudah aus, penabahan pelumas, dan pembersihan mesin dari kotoran. Harapannya tentu membuat mesin produksi bekerja dengan baik dalam waktu yang panjang, dan meminimalkan terjadinya downtime tidak terencana ketika produksi sedang dilakukan.

Penyebab Downtime Tidak Terencana

Penyeban terjadinya downtime tidak terencana biasanya terjadi karna faktor-faktor berikut :
1. Tidak dilakukannya atau kurangnya waktu downtime terencana yaitu maintenance service, seperti penjelasan diatas.
2. Pengoperasian yang tidak sesuai standard oleh operator pengguna mesin.
3. Terjadi kerusakan hardware karna dipakai terus menerus.
4. Terjadi kerusakan software seperti error atau corrupt.
5. Penggunaan sparepart murah dengan kualitas buruk pada mesin.
6. Dan lain sebagainya.

Bagaimana Cara Mengurangi Downtime?


Meski uptime lebih disukai dibanding downtime namun nyatanya tidak akan ada yang bisa benar-benar 100% menghilangkan downtime, hanya saja persentase downtime bisa diminimalisirkan misal dalam sebulan uptime 80 % downtime 20 % bisa menjadi 99% uptime 1 % downtime. 

Dengan berkurangnya waktu downtime dapat dikatakan perusahaan tersebut berhasil memanage sistem produksi yang efektif serta efisien. Karna secara teknis downtime menggangu waktu produksi Bila tidak segera ditangani, maka berikut beberapa cara untuk dapat mengurangi downtime pada area produksi perusahaan :

1. Audit Resiko Pra-produksi 

Sebelum mesin diturnkan pada proses produksi masal ada baiknya lakukan audit resiko menggunakan mesin tersebut, seperti kualitas mesin yang digunakan , berapa life time spare part yang digunakan, list sparepart mesin, frequently error mesin dan cara mengatasinya, mudah atau tidaknya handling ketika terjadi kerusakan, dengan mengaudit 100% terlebih dahulu sebelum mesin benar benar digunakan pada lini produksi akan mengurangi waktu downtime karna sudah melalui proses post produksi dan menghasilkan data sparepart, teknik dan handing yang tepat ketika terjadi downtime.

2. Pengembangan dan Pelatihan Karyawan

Cara mengurangi downtime berikutnya adalah dengan cara memberikan training kepada karyawan perusahaan. Hal ini perlu dilakukan untuk mengurangi downtime karna selain kerusakan alat, downtime bisa terjadi karena kesalahan pengoperasian mesin. Selama mesin tersebut masih di handle oleh human faktor error pada manusia sangat perlu diperhatikan.

3. Membuat Jadwal Maintenance Terencana

Maintenance terencara atau bisa dibilang downtime terencana merupakan cara mengurangi downtime yang paling efektif . Karna jika diberikan waktu untuk maintenance dengan benar para ahli teknikal perusahaan dapat melakukan perawatan berkala, change sparepart, upgrade mesin dan software, serta melakukan 5 S. 



Namun yang disayangkan adalah kenyataannya banyak perusahaan manufaktur yang belum mengaplikasikan kegiatan ini, dengan alasan rugi untuk membayar lebih overtime pada karyawan. Padahal jika mesin rusak tiba-tiba tentu akan menyebabkan downtime dan hal ini lebih merugikan karna selain menggangu proses produksi dapat mengakibatkan tidak tercapainya target produksi.

4. Optimalkan pemanfaatkan Data dan Sistem Pelaporan Downtime
Record waktu downtime dan buat history downtime mebuat rootcause dan action yang tepat ketika terjadi kerusakan dan menampilkan data real time waktu beroperasi dan terjadi downtime tidak terencana dengan memanfaatkan semua data tersebut maka downtime akan berkurang dikarenakan data action yang tepat sangat diperlukan para teknikal lapangan untuk mengurangi downtime mesin.

Itulah Pengertian Downtime dan Cara Mengurangi Downtime Pada Perusahaan Manufaktur semoga bermanfaat dan menambah ilmu sobat semua.
to close